Kamis, 06 Maret 2014

Sekeping Cerita di Kalimasada




Sebelumnya tak pernah terpikir olehku. Menjadi bagian dalam barisan ini, barisan yang membuatku merasakan lebih kuat dan bahagia dari diriku sebelumnya. Banyak perubahan yang ku rasa pada diriku. Di sini ku dapatkan banyak tempaan, tekanan dan banyak proses  yang membuatku merasa lebih hidup. Memang setiap proses yang mantap akan menghasilkan sesuatu yang baik. Seperti proses terjadinya intan, ia harus dibuat dengan tekanan dan suhu yang tinggi agar ia menjadi intan yang indah dan berkilauan.
Desember 2012  adalah permulaan dari semuanya. Awal yang ku awali dengan langkah kecil ini, langkah untuk jalan cinta ini. Saat tangan kananku dan tangan kananmu menyatu. Tanganku digenggam erat olehmu, mbak-mbak kakak tingkat di kampusku. Mbak-mbak yang terlihat begitu anggun dengan pakaian takwanya, dengan kain panjang  yang terbalut di tubuhnya dengan rapi. Semburat senyum yang cantik selalu muncul ketika bertemu dengan wajahku. Itu awal semua hariku yang baru. Aku melihat iman di dalam diri mereka. Aku melihat ketaatan mereka. Melihat itu, dalam hatiku aku ingin menjadi bagian mereka. Mereka ingatkan diriku pada-Nya ketika aku lengah. Ada cahaya-Nya saat aku memandang mereka.
Mereka manusia-manusia baru yang ada dalam hidupku. Mereka menginspirasiku dan aku ingin bersama mereka. Mereka pun membawaku ke dalam sebuah keluarga baru, keluarga lain yang hanya ku temui di sini. Rohis Kalimasada. Yah, Kerohanian Islam Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang. Aku masuk rohis, untuk pertama kalinya.
Awal aku di jalan ini, aku hanya ingin mencoba rasanya berorganisasi, dan menjajal sesuatu yang baru yang belum pernah ku dapatkan sebelumnnya, namun ketika ku di sana aku temukan hal yang lebih dari itu, bukan hanya saya mengerti rasanya organisasi, syuro dan lain sebagainya. Tapi di sana ku temukan cinta, keluarga, amanah dan ukhuwah, tentunya empat hal tersebut  berbeda dari biasanya karena semuanya di dasarkan pada-Nya.
Bersua dengan punggawa lain di Kalimasada juga salah satu nikmat indah yang Allah berikan. Bagaimana tidak? Mereka adalah teman dan tim dalam jalan dakwah ini. Jalan yang insyaallah melanjutkan risalah Islam. Melakukan action agar Islam tetap dalam kemurniaanya dan mimpi saya tentunya, saya ingin Islam jaya kembali sebagai peradaban.
Memang di sini, bukan berarti kami orang-orang paling baik di antara semua manusia, karena mahluknya yang paling baik hanya Rasulullah Saw. Di sini kami sama, hanya saja kami saling mengingatkan ketika kami lupa dan terlena dengan dunia.
Dan sekarang sekarang aku sudah benar-benar merasakan cinta di jalan ini. Di jalan dakwahmu. Allah lah yang membawa kami ke dalam jalan ini. Terima kasih Allah, semoga kami bisa istikomah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar