Sebelumnya
tak pernah terpikir olehku. Menjadi bagian dalam barisan ini, barisan yang
membuatku merasakan lebih kuat dan bahagia dari diriku sebelumnya. Banyak
perubahan yang ku rasa pada diriku. Di sini ku dapatkan banyak tempaan, tekanan
dan banyak proses yang membuatku merasa
lebih hidup. Memang setiap proses yang mantap akan menghasilkan sesuatu yang
baik. Seperti proses terjadinya intan, ia harus dibuat dengan tekanan dan suhu
yang tinggi agar ia menjadi intan yang indah dan berkilauan.
Desember
2012 adalah permulaan dari semuanya.
Awal yang ku awali dengan langkah kecil ini, langkah untuk jalan cinta ini.
Saat tangan kananku dan tangan kananmu menyatu. Tanganku digenggam erat olehmu,
mbak-mbak kakak tingkat di kampusku. Mbak-mbak yang terlihat begitu anggun
dengan pakaian takwanya, dengan kain panjang
yang terbalut di tubuhnya dengan rapi. Semburat senyum yang cantik selalu
muncul ketika bertemu dengan wajahku. Itu awal semua hariku yang baru. Aku
melihat iman di dalam diri mereka. Aku melihat ketaatan mereka. Melihat itu,
dalam hatiku aku ingin menjadi bagian mereka. Mereka ingatkan diriku pada-Nya
ketika aku lengah. Ada cahaya-Nya saat aku memandang mereka.
Mereka
manusia-manusia baru yang ada dalam hidupku. Mereka menginspirasiku dan aku
ingin bersama mereka. Mereka pun membawaku ke dalam sebuah keluarga baru,
keluarga lain yang hanya ku temui di sini. Rohis Kalimasada. Yah, Kerohanian
Islam Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang. Aku
masuk rohis, untuk pertama kalinya.
Awal
aku di jalan ini, aku hanya ingin mencoba rasanya berorganisasi, dan menjajal
sesuatu yang baru yang belum pernah ku dapatkan sebelumnnya, namun ketika ku di
sana aku temukan hal yang lebih dari itu, bukan hanya saya mengerti rasanya
organisasi, syuro dan lain sebagainya. Tapi di sana ku temukan cinta, keluarga,
amanah dan ukhuwah, tentunya empat hal tersebut
berbeda dari biasanya karena semuanya di dasarkan pada-Nya.
Bersua
dengan punggawa lain di Kalimasada juga salah satu nikmat indah yang Allah
berikan. Bagaimana tidak? Mereka adalah teman dan tim dalam jalan dakwah ini. Jalan
yang insyaallah melanjutkan risalah Islam. Melakukan action agar Islam tetap dalam kemurniaanya dan mimpi saya
tentunya, saya ingin Islam jaya kembali sebagai peradaban.
Memang
di sini, bukan berarti kami orang-orang paling baik di antara semua manusia,
karena mahluknya yang paling baik hanya Rasulullah Saw. Di sini kami sama,
hanya saja kami saling mengingatkan ketika kami lupa dan terlena dengan dunia.
Dan
sekarang sekarang aku sudah benar-benar merasakan cinta di jalan ini. Di jalan
dakwahmu. Allah lah yang membawa kami ke dalam jalan ini. Terima kasih Allah,
semoga kami bisa istikomah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar